Random Post

Tuesday, November 27, 2012

Rumusan masalah bahaya merokok

Achmad Luthfi Khakim     11:37 AM    


Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa yang  telah memberikan karunianya sehingga kami dapat membuat laporan tentang Karya Ilmiah ini sebagai wujud  partisipasi kami pada dunia pendidikan
Sebagai upaya penyesuaian perkembangan dunia pendidikan ,kami member Karya Ilmiah dari kami.
Kami juga melakukan pembaruan dari segi format dan tampilan buku dgn tujuan menyegarkan karya ilmiah ini
Kami berharap karya ilmiah ini bisa bermanfaat bagi generasi yang akan datang , dapat di terima di SMK PATRIOT PITURUH . sebagai wujud dedikasi kami dalam membuat karya ilmiah ini.

                                                                                                            Terima kasih



 
BAB I
                            PENDAHULUAN                           

A.    Latar belakang
Bahaya dari merokok sudah sering sekali didokumentasikan. Data dari studi yang terkini mengatakan bahwan terdapat hubungan kuantitatif antara merokok dengan berbagai penyakit jantung koroner, kanker paru, kanker usus, emfisema paru,penyakit vaskular perifer serta kematian neonatus (Dhala et al., 2004). Pada tahun 2002, diperkirakan sebanyak 4,83 juta kematian bayi prematurdisebabkan oleh merokok, dimana sebnyak 50% di negara-negara membagun (Ezzati et al., 2003).
Berdasarkan data-data yang telah diperoleh, merokok terbukti merupakan salah satu factor resiko yang terbesar untuk mati mendadak melalui penyakit jantung koroner (PJK). Resiko terjadinya PJK ini meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok, dengan bertambahnya jumlah rokok yang dihisap per hari serta lama merokok. Terdapat penelitian telah embuktikan bahwa factor resiko merokok bekerja secara sinergis dengan factor-faktor lain seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi terhadap tercetusnya PJK. Hal ini menyokong bahwa ,merokok mempunyai kaitan yang kuat dengan penyakit jantung dan pembuluh dara (Kusumana.2002).
Merokok masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Dengan jumlah perokok di Indonesia saat ini mencapai 57 persen penduduk atau kurang lebih 100 juta orang, artinya kini Indonesia menduduki peringkat ke 7 dalam urutan Negara yang jumlah perokoknya paling banyak. Jumlah perokok diseluruh dunia saat ini mencapai 1.1 miliar orang. Sebanyak 800 juta orang diantaranya di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Peraturan Pemerintah (PP) No 81/1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehan telah direvisi bago melindungi masyarakat dari bahaya kesehatan akibat merokok dimana tersebut mengharuskan penulis jumlah kandungan tar dan nikotin dalam setiap batang rokok. Karena itu, setiap bungkus rokok kini harus ditulis bahaya nerokok  terhadap kesehatan. Misalnya, sakit jantung, paru-paru dan gangguan kehamilan (Health Today, 2003).
Golongan yang didapati paling banyak merokok adalah golongan dewasa muda. Indonesia juga cetak rekor baru, yakni jumlah prokok remaja tertinggi di dunia. Sebanyak 13,2 persen dari total keseluruhan remaja di Indonesia adalah perokok aktif  (Republika, 2005). Mahasiswa juga tidak terkecuali dari termasuk dalam golongan yang merokok ini. Termasuk  juga mahasiswa yang belajar di Fakultas Kedokteran. Walaupun mahasiswa kedokteran mempelajari tentang bahaya merokok. Ini akan menjadi masalah kepada mereka pada masa yang akan dating sebagai tenaga kesehatan karena mereka seharusnya menunjukkan  contoh yang baik kepada pasien untuk menjalani cara hidup yang sehat (Geller et al,. 2005)


B.     Tujuan Penelitian
Ø  Tujuan Umum
Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) tentang bahaya merokok terhadap kebiasaan merokok.
Ø  Tujuan Khusus
1.      Untuk mengetahui tingkatan pengetahuan bahaya merokok di kalangan mahsiswa laki-laki FK USU.
2.      Untuk mengetahui sikap mahasiswa laki-laki FK USU terhadap bahaya merokok.
C.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
·         Bagaimanakah tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa laki-laki Falkutas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tentang bahaya merokok?
D.    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat member manfaat untuk :
1.      Sebagai informasi kepada bagian pendidikan universitas dikalangan angka perokok dikalangan mahasiswa dan pelajar diindonesia.
2.      Menambah wawasan dan sumber pustaka bagi orang lain.
E.     Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berfokus pada pengalaman, interprestasi, serta makna hidup orang yang mengalaminya. Penelitian kualitatif percaya bahwa kebenaran (truth)adalah dina,mis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang dalam interaksinya dengan situasi social kesejahteraan (social historical) meraka.
Tujuan pendekatan fenomenologis ini menghadirkan deskripsi yang akurat dari suatu fenomena yang tengah dipelajari mengenai persepsi Masyarakat Tentang Perilaku Merokok. Pendekatan fenomologis ini tidak bertujuan untuk menggeneralisasi suatu penjelasan teori/model.


BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Landasan Teori
Prospek bahaya merokok tergantung pada seorang perokok. Berikut yang perlu mendapat perhatian adalah bahaya merokok yang merugikan bagi kesehatan lingkungan:
1.      Gagal ginjal
2.      Gangguan pada janin
3.      Gangguan jantung, dll.
B.     Hipotesis
1.      Merugikan kesehatan diri sendiri
2.      Menyebabkan polusi udara
3.      Pemborosan/uang. Misalnya pelajar/mahasiswa yang sudah kecanduan merokok, dan diberi uang untuk membayar sekolah, lalu digunakan untuk membeli rokok.

BAB III
METODE PENELITIAN
A.      Perencanaan
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berfokus pada pengalaman, interprestasi, serta makna hidup orang yang mengalaminya. Penelitian kualitatif percaya bahwa kebenaran (truth)adalah dina,mis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang dalam interaksinya dengan situasi social kesejahteraan (social historical) meraka. Disampng itu kualitatif ini lebih mementingkan “proses” dan kebiasaan membatasi pada satu kasus, hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagiab yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses.
Dalam penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis yang berusaha untuk memahami arti dan makna pengalaman informan dalam kehidupan mereka asumsi dasar dari pendekatan tidak lepas dari pandangan moralnya, baik taraf mengamati, menghimpun data, menganalisasi, ataupun dalam membuat kesimpulan.
Tujuan pendekatan fenomenologis ini menghadirkan deskripsi yang akurat dari suatu fenomena yang tengah dipelajari mengenai persepsi Masyarakat Tentang Perilaku Merokok. Pendekatan fenomologis ini tidak bertujuan untuk menggeneralisasi suatu penjelasan teori/model.
B.       Pelaksanaan
Wawncara dilaksanakan sesuai kesepakatan antara informan dengan penelitian, mengenai waktu dan tempat wawancara. Lama wawancara tergantung kesediaan informan. Lama wawancara setiap pertanyaan berbeda-beda 30-45 menit. Penelitian merekam hasil sesuai dengan pedoman yang telah disusun. Penelitian merekam hasil wawancara, kemudian mencatat hal-hal yang dianggap penting dan penelitian melakukkan focusing etika jawaban dari informan melenceng dari topik.
C.       Waktu & Pelaksanaan
Penelitian direncanakan akan dilakukan pada bulan September sampai November 2012 di Desa Pituruh RW 02 sampai dengan RW 08. Di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo.
BAB IV
HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling karena akan di eksplorasi adalah persepsi masyarakat secara umum dan untuk mempercepat pengambilan data. Masyarakat dimaksud dalam penelitian ini dalah masyarakat perokok dan masyarakat bukan perokok. Pengambilan sample dilakukan pada tiga RW yang ada dan tiap-tiap RW mewakili diambil masing-masing dua responden yaitu satu responden masyarakat perokok dan satu responden masyarakat bukan perokok. Jadi jumlah keseluruhan responden tiga untuk mesyarakat perokok dan tiga untuk masyarakat bukan perokok dan penelitian mengambil responden pada tiga RW tersebut karena di RW itu masih banyak dijumpai masyarakat yang merokok.
1.      Dapat berkomunikasi dengan baik.
2.      Berjenis kelamin laki-laki/perempuan baik perokok/tidak merokok.
3.      Umur antara 14-15tahun.
4.      Bertempat tinggal di pituruh menyatakan bersedia menjadi responden.

BAB V
KESIMPULAN & SARAN
        1.  Masyarakat adalah seoarang yang bertempat tinggal di Desa Pituruh. 
        2. Persepsi masyaraka adalah suatu pendapat/pandangan masyarakat tentang rokok.
        3.  Perilaku Merokok adalah suatu yang dikerjakan seseorang dalam kegiatan merokok yaitu menghisab rokok.
        4.  Tempat Merokok adalah tempat dimana seseorang merokok/melihat orang merokok.
        5.   Waktu Merokok adalah waktu diman seseorang biasanya merokok dan melihat orang merokok. 
        6.   Bahaya Merokok adalah bahaya yang ditimbulkan akibat menghisab asap rokok.
        7.   Menfaat Merokok adalah manfaat/keuntungan yang didapatkandari perilaku perokok.

1 comment :

  1. bagus informasinya sangat membantu... terimakasih banyak

    http://landongobatherbal.com/obat-herbal-penyakit-jantung-koroner/

    ReplyDelete

About us

Common

FAQ's

FAQ's

© 2011-2014 Luthfi LC-Computer. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.