Dadido berawal
dari tempat tongkrongan sejumlah anak muda Zee(vokal), Grey (gitar),Blake(drum),
Ocha (gitar) dan Daenk (keyboard) ini mencoba membuat sebuah band. Sebelumnya,
mereka bernama Bintang band. Mereka juga sempat masuk ke beberapa manajemen,
hingga akhirnya lewat AAY yang kini menjadi manager mereka mempertemukan dengan
CEO NAGASWARA, Rahayu
Kertawiguna.Kemudian dari hasil pertemuan tersebut jadilah band mereka
dinamakan Dadido.
“Arti kata dadido sendiri memiliki filosofi kata dadi dari kata jadi
dan nada dasar do dan nada akhir do berlambangkan angka satu, harapan dari nama
ini adalah kita sukses dan menjadi nomor satu. Nama ini pak Rahayu sendiri yang
memberikannya kepada kami,” ungkap Grey.
Dari tujuh lagu yang ditawakan kepada pihak label, hanya satu lagu yang
dipilih yaitu single Acha Acha Nehi Nehi.Dengan mengusung genre Melayu Dadido
mengemas lagu realita kehidupan kelas bawah yang mereka ambil dari keluhan
seorang supir angkot di warteg dan keluh kesah itu kemudian dijadikan lagu oleh
mereka.
“Dari setengah jam saya mendengarkan keluh kesah si supir, ceritanya si
supir ini kalau di rumah istrinya suka ngambek kalau si supir lagi nggak punya
duit, nah lirik di single Acha Acha Nehi Nehi inilah saya tuangkan,” ungkap
Grey.
Harapan para personel Dadido single Acha Acha Nehi Nehi bisa diterima
penikmat musik Indonesia. Apalagi di tengah ramainya fenomena girl band dan boy
band Dadido bisa mendapat perhatian dari masyarakat. www.nagaswaramusic.com/Tim
NMC

0 comments :