Partisi harddisk adalah membagi harddisk menjadi
beberapa drive. Drive harddisk yang ada di komputer biasanya diawali dengan
drive C yang merupakan drive system yang berisi install windows, kemudian
dilanjutkan dengan drive D, E, F, dst. Tanpa dipartisipun windows tetap akan
dapat dijalankan walaupun hanya terdapat satu partisi yaitu drive C. Hanya saja
drive C akan mempunyai volume yang lumayan besar.
Kelemahan jika harddisk hanya punya satu partisi saja
adalah masalah keamanan data. Ketika windows rusak dan harus diinstall ulang,
maka data akan hilang karena proses format harddisk. Sebaliknya jika data
berada pada partisi selain drive system (drive C) seperti D, E, F, dst, maka
data tetap akan selamat. Kelemahan yang lain adalah jika anda melakukan
defragment akan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan melakukan
defrag pada tiap-tiap drive yang dipartisi.
Jika anda berniat mempartisi harddisk tanpa
menggunakan software, maka silahkan diikuti langkah-langkah berikut ini.
- Klik
kanan Computer pada desktop kemudian pilih Manage
- Pada jendela yang muncul pilih Disk Management. Maka pada panel sebelah kanan akan tampil drive yang ada di komputer.
- Pilih
drive yang akan dipartisi kemudian klik kanan dan pilih Shrink volume
- Pada
jendela yang muncul, isikan nilai volume untuk drive baru yang akan anda
buat. Jika sebelumnya drive tersebut mempunyai volume 200 gb dan akan
dipartisi menjadi dua drive yang berukuran sama, maka silahkan isi dengan
100000 ( mengingat satuannya mb). Jika sudah klik shrink
- Maka akan terbentuk space baru yang berwarna hijau muda.
- Klik
kanan pada free space tersebut kemudian pilih New Simple Volume
- Klik next, next, … sampai finish
- Maka
drive atau partisi baru telah terbentuk dan siap untuk dipergunakan.

0 comments :